Rabu, 21 Mei 2008

Perintis

Haru, sedih, bercampur bangga
Menjadi bagian dari awal berdirinya negara ini
Tidak ada harapan muluk-muluk atas apa yang diperjuangkan
Hanya ingin mewariskan setiap jengkal tanah dan air
Kepada anak dan cucunya
Kita, Indonesia yang selanjutnya
Posted by Picasa

Tidak ada komentar: